Minggu, 17 Januari 2021

Lanjutan Materi Walisanga

 

WALISANGA (Part II)

Lanjutan Materi SKI Kelas 9 Bab I

4. SUNAN BONANG (Maulana Makdum Ibrahim)

z  Merupakan anak Sunan Ampel Dewi Candrawati yang begelar Nyai Ageng Manila

z  Dengan Demikian, sunan Bonang adalah cucu Sunan Maulana Malik Ibrahim

z  Pendidikan agama pertama kali diperoleh langsung dari ayahnya Sunan Ampel, lalu bersama Sunan Giri melanjutkan menimba ilmu ke Pasai, berguru kepada Maulana Ishaq (ayah Sunan Giri)

z  Setelah 3 tahun menimba ilmu di Pasai, Sunan Bonang kembali ke Jawa dan berdakwah di daerah Lasem, di desa Bonang, Rembang. Sebelum akhirnya kembali ke kampung halamnnya ke Tuban

z  Beliau dianggap sebgaai pencipta gending (lagu) pertama dalam rangka syiar Islam

z  Gubahan gamelan Sunan Bonang ketika itu memiliki nuansa zikir

z  Peninggalan Sunan Bonang antara lain : Gamelan, Tembang Tombo Ati, Suluk

 

5. SUNAN KALIJAGA (Raden Said)

z  Lahir sekitar tahun 1450 M. Putra dari Raden Sahur dan Dewi Nawang Rum

z  Disebut Kalijaga artinya orang yang menjaga sungai . karena Sunan Kalijaga pernah bertapa ditepi sungai selama 3 tahun untuk menjaga tongkat Sunan Bonang

z  Beliau menikah dengan Dewi Sarah binti Maulana Ishaq, dikaruniai 3 putara yakni Raden Umar Said (Sunan Muria), Dewi Rakayuh, Dewi Syafiah. Selain itu beliau juga menikah dengan Siti Zaenab binti Sunan Gunung Jati dan dikaruniai 5 anak.

z  Sunan Kalijaga mendakwahkan Islam dengan menggunakan kesenian dan kebudayaan, antara lain : seni ukir, wayang, gemelan, dan seni suara

z  Selain di Jawa Tengah, Sunan Kalijaga juga berdakwah sampai Jawa Barat

z  Bahkan konon, beliau merupakan wali yang namanya paling bnayak disebut masyarakat jawa, ia juga walisanga yang memakai blangkon di kepala.

z  Sunan Kalijaga wafat dan dimakamkan di desa Kadilangu

z  Adapun peninggalan Sunan Kalijaga ialah : Baju takwa, perayaan sekatenan, grebeg maulud, layang kalimasada, Lir-ilir

 

6. SUNAN DRAJAT (Raden Qasim)

z  Merupakan putra bungsu Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila. Dengan Demikian sunan Drajat merupakan saudara Sunan Bonang

z  Dalam berdakwah, beliau lebih meneknakan kedermawanan, kerja keras, dan peningkatan kemakmuran masyarakat.

z  Dikenal sebagai wali yang memelopori penyatuan anak-anak yatim dan orang sakit. Berkat usahanya tersebut, beliau mendapatkan gelar Sunan Mayang Madu dari Raden Patah Raja Demak

z  Dalam berdakwah, sunan Drajat menggunakan media gamelan, tembang-tembang seperti Pangkur dan Mocopat.

z  Dalam menyampaikan ajarannya, sunan Drajat menyampaikan ajarannya dengan menempuh 5 cara :

-          Melalui pengajian

-          Melalui pesantren

-          Member fatwa atau petuah

-          Melalui kesenian tradisional

-          Melalui ritual adat tradisional, sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

z  Beliau wafat pada tahun 1522 M dan dimakamkan di Dalem Duwur

z  Peninggalan Sunan Drajat adalah tembang Macapat, Pangkur, dan Gamelan Singomengkok

Umar bin Khattab

 PERJUANGAN DAKWAH KHULAFAUR RASYIDIN (Part II)

Lanjutan Materi SKI Kelas 7 Bab I

D. Umar bin Khattab

z  Lahir di Mekkah pada tahun 584  M. nama lengkapnya Umar bin Khattab bin Nufail.

z  Ayahnya bernama Khattab bin Nufail Al Shimh sedangkan ibunya bernama Hantamah binti Hasyim

z  Ia mempunyai postur tubuh yang tegap, berwatak keras, tegas, memiliki pendirian yang kuat, piawai dalam bergulat dan berkuda, serta pemberani

z  Mendapat panggilan Abu Hafas artinya orang yang tegas dalam pendirian. Karena keberaniannya ia juga dijuluki singa padang pasir (The Lion of The Dessert)

z  Sebelum masuk Islam, Umar dikenal sebagai salah satu orang yang menentang dakwah Islam, setelah masuk Islam Umar menjadi orang yang senantiasa membela umat Islam.

z  Ia masuk Islam pada tahun ke-5 kenabian, tepatnya setelah mendengarkan Surat Thaha ayat 1-8 yang dibaca oleh Fatimah adiknya.

z  Semasa menjabat khalifah, ia menyebut dirinya sebagai Amirul Mukminin (pengurus uurusan orang-orang mukmin)

z  Menjabat sebagai khalifah selama 10 tahun 6 bulan.

z  Umar meninggal akibat ditikam pisau oleh Abu Lu’liah Fairuz ketika Sholat Subuh dalam usia 63 tahun

z  Beberapa kebijakan Umar semasa menjabat sebagai Khalifah :

è  Memetapkan kalender Islam

Kalender Islam dimulai tanggal 1 Muharram , dihitung berdasarkan peredaran bulan, dimulai pada saat Nabi saw. hijrah dari Mekkah ke madinah

è  Melakukan ekspansi wilayah

è Membagi wilayah menjadi 8 provinsi

Yakni Mekkah, Madinah, Jazirah, Suriyah, Basrah, Kufah, Mesir dan Palestina

è Membentuk beberapa lembaga

Jawatan Pos : untuk menyampaikan berita ke badan-badan

Baitul Mal : menyimpan kekayaan Negara

Diwan Al Kharaj : mengurusi pajak Negara

Diwan Al Jund : mengurusi keuangan militer

è Memperbaiki Masjid

Masjid Nabawi di Madinah, Masjidil Haram di Mekkah, Masjidil Aqsa di Palestina

 

Selasa, 12 Januari 2021

Aliran-aliran dalam Islam (Part 2)

ALIRAN-ALIRAN DALAM ISLAM 

Mapel KE NU AN

BAB V (Semester II)

Lanjutan

B.   Macam-macam Aliran dalam Islam

1.     Syiah

Ó Kaum yang berlebihan memuja Ali bi Abi Thalib, mereka tidak mengakui khalifah-khalifah lainnya

Ó Dipelopori oleh Abdullah bin Saba

Ó Terpecah menjadi 22 aliran

Ó Firqoh ajaran syiah yaitu :

-         khalifah dalam istilah syiah adalah “imam”

-         khalifah dalam istilah syiah dianggap “ma’shum”, artinya tidak pernah melakukan dosa samam sekali

2.     Khawarij

Ó Kaum yang berlebihan membenci Ali bin Abi Thalib

Ó Dipelopori oleh Abdullah bin Wahab ar Rasyidi

Ó Terpecah menjadi 20 aliran

Ó Kadang mereka menamakan diri mereka dengan nama “kaum Syurah” artinya kaum yang mengorbankan dirinya untuk kepentingaan agama.

Ó Firqoh khawarij berfatwa bahwa orang yang melakukan dosa besar adalah kafir.

3.     Mu’tazilah

Ó Kaum yang berfaham bahwa Tuahn tidak mempunyai sifat, manusia melakukan pekerjaannya sendiri

Ó Dipelopori oleh Wasil bin Atha’ dan Umar bin Ubaid

Ó Terpecah menjadi 20 aliran

Ó Golongan yang dalam sejarah telah membunuh banyak ulama, Imam Ahmad bin Hambal pernah mengalami siksaan dari golongan Mu’tazilah ketika beliau dipenjara selama 15 tahun

Ó Firqoh ajaran Mu’tazilah ialah :

-         Orang yang melakukan dosa besar akan diletakkan diantara 2 tempat (al manzilah baina al manzilatain)

-         Nabi saat bermi’raj (naik dari baitul maqdis ke langit) dengan ruh saja tanpa fisiknya.

4.     Murji’ah

Ó Kaum yang berfatwa bahwa berbuat maksiat tidak memberi madlarat kalau sudah beriman

Ó Dipelopori oleh Hasan bin Bilal dan Abu Salat as Saman

Ó Terpecah menjadi 5 aliran.

Senin, 11 Januari 2021

QODHO DAN QODAR ALLAH SWT (PART 1)

 

QODHO DAN QODAR ALLAH SWT (PART 1)

A.      Pengertian Qada’ dan Qodar

Ó Qada : ketentuan, ketetapan, kehendak

Ó Qada secara istilah ialah ketetapan Allah yang ada sejak zaman azali sesuai dengan irodahnya mengenai segala hal yang berhubungan dengan makhluknya.

Ó Qadar : kepastian, peraturan, ukuran

Ó Qadar secara istilah ialah wujud dari ketentuan Allah atas semua makhluk menurut ukuran dan bentuk tertentu sesuai iradah Allah swt.

Ó Iman kepada Qada dan Qadar ialah meyakini dengan sepenuh hati bahwa yang ada di dunia ini terjadi menurut kekuasaan dan ketentuan Allah.

Ó Hukum iman kepada Qada dan Qadar ialah wajib (termasuk rukun iman yang ke 6)

B.      Perbedaan antara Qada dan Qadar

Ó Qada merupakan ketentuan Allah yang menjadi perencanaan yang diberlalkukan terhadap manusia, sedangkan Qadar (takdir) merupakan pelaksanaan dari perencanaan  yang telah ditentukan dan digariskan oleh Allah

Ó Jadi hubungan antara Qada dan Qadar ibaratnya dalah hubungan antara rencana dengan pelaksanaan rencana tersebut. Misal : Kematian si A (Qada) kemudian si A meninggal tanggal 9 Januari 2021 karena kecelakaan pesawat (qadar).

Ó Dalam kaitanyya dengan qada dan qadar manusia diwajibkan untuk :

a.       Berikhtiyar (berusaha melakukan perbuatan dengan baik untuk memperoleh hasil yang baik atau qadar yang baik)

Walaupun nasib manusia telah ditentukan oleh Allah sebelum ia dilahirkan, tetapi tetap berkewaiban untuk berusaha karena keberhasilan tidak datang dengan sendirinya.

Contoh ikhtiyar : berobat ke dokter ketika sakit, belajar jika ingin pandai, bekerja keras jika mempunyai keinginan untuk kaya, berhati-hati dalam berkendara jika ingin selamat di jalan.

b.      Tawakal (berserah diri kepada Allah setelah berusaha semaksimal mungkin).

Tawakal yang dilakukan seseorang tidak benar apabila ia tidak berusaha terlebih dahulu. Oleh karena itu, usaha dan doa hendakklah dilakukan secara seimbang

Sabtu, 09 Januari 2021

PERJUANGAN DAKWAH KHULAFAUR RASYIDIN (Part 1)

 

PERJUANGAN DAKWAH KHULAFAUR RASYIDIN

A.      Pengertian Khulafaur Rasyidin

Ó Nabi Muhammad saw.. wafat di usia 63 tahun tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 9 Juni 632 M

Ó Kepemimpinan Islam pasca wafatnya Nabi Muhammad saw. dipegang 4 sahabat terpilih yakni Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.

Ó Ke empat orang tersebut dalam sejarah Islam dikenal dengan sebutan Khulafaur Rasyidin.

Ó Khulafaur Rasyidin adalah orang-oarangyang ditunjuk untuk menggantikan kedudukan Nabi Muhammad saw. sebagai kepala pemerintahan dan pemimpin umat setelah Nabi wafat. Mereka juga dikenal dengan sebutan khalifah.

B.      Tugas Poko Khulafaur Rasyidin

Ó Melanjutkan perjuangan nabi Muhammad saw. dalam mendakwahkan agama Islam

Ó Memimpin Negara dan pemerintahan

Ó Membina umat Islam dalam menjalankan agama Islam dan member kebebasan umat non muslim dalam menjalankan ajarannya

Ó Memutuskan perkara yang terjadi di masyarakat dengan berpedoman pada al Qur’an dan Hadits

C.      Abu Bakar As Shidiq

1.      Profil Abu Bakar

Ó Sebelum masuk Islam Abu BAkar bernama Abdul Ka’ab, lahir pada tahun ke-2 dari tahun Gajah.

Ó Ayahnya bernama Abi Quhafah bin Amir, dan Ibunya bernama Ummu Khair.

Ó Setelah masuk Islam, Nabi Muhammad mengganti namnya menjadi Abu Bakar, ia juga mendapat gelar As Shidiq karena Abu Bakar langsung membenarkan apa yang dikatakan oleh Nabi Muhammad perihal peristiwa Isra’ Mi’raj.

Ó Ketika Islam datang Abu Bakar menjadi orang pertama yang masuk Islam di kalangan sahabat.

Ó Tokoh-tokoh yang berhasil diislambkan oleh Abu Bakar antara lain : usman bin Affan, Usman bin Mazhun, Abdurrahmanbin Auf, dll.

Ó Abu Bakar senantiasa bersedia mengorbankan jiwa dan raga demi dakwah Islam. Beliau juga dikenal sebagai pembebas budak, budak-budak yang dibebaskan Abu Bakar anatara lain : Labibah, Abu Fukaihah, Amir bin Furaihah, BIlal bin Rabbah.

2.      Abu Bakar Menjabat sebagai Khalifah

Ó Musyawarah yang di gelar kaum Ansar dan Kaum Muhajirin di Saqifah Bani Sa’adah menghasilkan keputusan bahwa Abu Bakar lah yang akan menggantikan Nabi Muhammad sebagai khalifah.

Ó Beberapa pertimbangan pengangkatan Abu Bakar sebagai khalifah antara lain :

a.       Orang yang pertama kali masuk Islam

b.      Selalu yang paling awal dalam mengimani ajaran yang dibawa Nabi termasuk peristiwa Isra’ Mi’raj

c.       Ditunjuk oleh Nabi sebagai imam sholat ketika Nabi sedang sakit

d.      Rela memberikan seluruh hartanya untuk perjuangan Islam

e.       Selalu setia mendampingi Nabi saw.

Ó Ketika menjabat sebagai khalifah, beliau dikenal dengan khalifaturrasul. Beliau menjabat sebagai khalifah selama 2 tahun 3 bulan. Pada saat perang Yarmuk ia sakit selama 15 hari dan wafat pada usia 63 tahun, dimakamkan di masjid Nabawi di samping Nabi Muhammad saw.

Ó Beberapa kebijakan Abu Bakar ketika menjabar sebagai khalifah :

a.       Memerangi orang murtad (keluar dari Islam)

b.      Memerangi orang yang enggan membayar zakat

c.       Kodifikasi Al Qur’an

Kodifikasi al Qur’an dibuat atas ususlan Umar Bin Khattab, sedangkan pelaksanaannya dipercayakan kepada Zaid bin Tsabit.

d.      Memerangi Nabi Palsu

Nama-nama nabi Palsu : Musailamah al Kazab, Sajah Tamimiyah (Istri Musailamah al Kazab), Thulaihah bin Khuwailid, dan Aswad al Ansi

e.       Ekspansi wilayah (Syiria, Yordania, dan Palestina)

Minggu, 03 Januari 2021

ALIRAN - ALIRAN DALAM ISLAM (PART I)

ALIRAN-ALIRAN DALAM ISLAM

 

Mapel KE NU AN

BAB V (Semester II)

 

A.   Sejarah Munculnya Aliran Dalam Islam

·        Secara umum, munculnya aliran-aliran dalam Islam terjadi setelah Nabi Muhammad SAW wafat (12 Rabiul Awal 11 H) bertepatan dengan tanggal 6 Juni 632 M

·        Saat Nabi hidup, semua permasalahan akidah dan syariah, jika ada yang musykil atau kurang jelas dan menimbulkan perselisihan paham, mereka akan menanyakan langsung kepada Nabi sehingga tidak terjadi perselisihan

·        Sekumpulan kaum Anshor (sahabat yang berasal dari Madinah) yang diketuai oleh Sa’ad bin Ubadah dan kaum Muhajirin (sahabat yang berasal dari Mekkah) mengadakan musyawarah mencari khalifah (pengganti Nabi saw.) di Saqifah Bani Sa’idah

·        Sampai akhirnya forum bersepakat mengangkat sahabat Abu Bakar Ash Shidiq dengan tidak menimbulkan firqah dan perpecahan.

·        Singkatnya, aliran aliran dalam Islam muncul sejenak setelah Utsman bin Affan wafat (terbunuh), kekhalifahan berpindah ke tangan Ali bin ABi Thalib.

·        Rong-rongan terhadap kekhalifahannya berdatangan mulai dari Thalhah, Zubair dan Mu’awiyah.

·        Tantangan keras muncul dari Mu’awiyah yang menuduh Ali bin Abi Thalib terlibat dalam terbunuhnya Utsman bin Affan.

·        Perseteruan tersebut akhirnya melahirkan perang Shiffin.

·        Bisa disimpulkan bahwa munculnya aliran dalam Islam terjadi cenderung disebabkan faktor politik ketimbang karena sebab agama.